NAMA : RIZKA
FARIDATUL AZIZAH
KELAS : B-3
SOSIOLOGI
NIM : 135120101111005
Di dalam salah
satu bukunya yang berjudul Dalam “SUICIDE” Emile Durkheim menyatakan suatu
gagasan mengenai bunuh diri, dimana bunuh diri tersebut merupakan sebuah gejala
sosial yang disebabkan adanya pengaruh dari integrasi sosial. Kemudian, Emile
Durkheim membagi bunuh diri tersebut ke dalam empat tipe, yaitu :
1.Bunuh
Diri Egoistik
Bunuh
diri ini adalah jenis bunuh diri yang disebabkan
karena tingkat integrasi sosial yang rendah dalam masyarakat. Hal ini terjadi
dimana individu tidak dapat berinteraksi dengan baik dalam unit sosial yang
lebih luas sehingga mengakibatkan integrasi yang lemah dan melahirkan perasaan
bahwa individu bukan bagian dari masyarakat, dan masyarakat bukan bagian dari
individu. Biasanya tipe bunuh diri semacam ini, didasari oleh sikap yang tidak
terbuka kepada orang lain, sehingga akan menyebabkan perasaan terasing dari
masyarakat. Misalnya, kasus bunuh diri yang dilakukan oleh artis-artis di
Korea. Salah satunya adalah kasus bunuh diri yang dilakukan oleh artis Jang Ja
Yeon. Artis tersebut melakukan bunuh diri karena dia merasa dieksploitasi serta
mengalami kekerasan seksual selama berkarier di dunia hiburan. Dia menceritakan
dalam sebuah catatannya sebelum meninggal bahwa ia menjadi budak nafsu dari
orang-orang kaya untuk memuluskan jalannya menjadi artis dan dunia hiburan
tersebut amat kejam (SmartSosiologi, 2010).
2. Bunuh Diri Altruistik
Bunuh diri ini adalah kebalikan dari bunuh diri egoistik.
Jenis bunuh diri ini terjadi ketika integrasi
terlalu besar dan kesadaran kolektifnya terlalu kuat. Dengan integrasi sosial
yang terlampau kuat ini, individu tidak lagi dipandang kedudukannya, namun
justu dipaksa untuk tunduk/patuh sepenuhnya pada tuntutan kelompok-kelompok (Hidayat,
2013). Di Indonesia bunuh diri altruistik dapat dilihat dalam tradisi Puputan
di Bali. Pada tahun 1906 guna
menghindari tertangkap dan dijadikan budak oleh Belanda, dilakukanlah ritual
bunuh diri massal, yang dikenal sebagai Puputan. Raja memerintahkan bahwa semua
barang berharga harus dibakar dan setiap orang mulai dari anak bungsu, istri,
dan pendeta digiring untuk dibawa pada upacara menghadapi Belanda. Ketika
berhadapan dengan resimen Belanda, pendeta menghujamkan belati ke jantung Raja,
menandakan dimulainya Puputan. Dari sini seluruh kelompok secara bersamaan
mulai membunuh satu sama lain sementara para perempuan melemparkan uang dan
perhiasan ke pasukan Belanda. Lebih dari 1000 orang Bali melakukan bunuh diri pada
peristiwa itu.
3. Bunuh Diri Anomik
Bunuh diri anomik,
merupakan bunuh diri yang disebabkan oleh ketidakhadiran norma, kekaburan norma
atau terganggunya regulasi dalam masyarakat. Misalnya, bunuh diri dalam
situasi depresi ekonomi yaitu ketika pabrik yang tutup sehingga para tenaga
kerjanya kehilangan pekerjangan, dan mereka lepas dari pengaruh regulatif yang
selama ini mereka rasakan (SmartSosiologi,
2010).
4.
Bunuh Diri Fatalistik
Bunuh diri fatalistik adalah bunuh
diri yang diakibatkan adanya regulasi atau pengaturan yang berjalan secara
kontinyu dan berlebihan terhadap kehidupan individu. Di sini individu merasakan
hidupnya tidak berharga karena sedemikian tertindas atau dibatasi ruang
geraknya (Mujiran, 2006). Misalnya, ketika seseorang tidak lulus kuliah seperti
waktu yang ditargetkan yaitu berdasarkan peraturan kurang lebih 7 tahun.
Apabila melebihi waktu tersebut, maka mahasiswa yang bersangkutan akan di DO.
Sehingga, ketika tidak mampu menghadapi masalah tersebut, individu atau
mahasiswa yang bersangkutan memilih jalan keluar yaitu bunuh diri.
Daftar Pustaka
http://angkatigabelas.blogspot.com/2012/01/kasus-bunuh-diri-massal-mengerikan.html,
diakses pada tanggal 30 September 2014, pukul 20.00.
http://www.suaramerdeka.com/harian/0601/20/opi3.htm
diakses pada tanggal 30 September 2014, pukul 20.00.
http://sasianagilar.wordpress.com/2010/12/09/9/
diakses pada tanggal 30 September 2014, pukul 20.00.
http://panjangbgt.blogspot.com/2013/11/pengertian-dan-bentuk-bentuk-bunuh-diri.html
diakses pada tanggal 30 September 2014, pukul 20.00.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar